Kamis, 06 Oktober 2011

Konsep dasar pemrograman visual Basic & pengenalan vb 6.0


Bahas Basic adalah sesuatu Bahasa tingkat Tinggi yang berorientasi kepada pemecahan masalah .Basic meupakan singkatan dari Beginner All Purpose Symbolic Instruction Code,di temukan oleh John G.Kemeny,professor Darthmouth Colloged dan Thomas E. Kurtz pada tahun 1960.Perintah-perintah dalam bahasa BASIC relative mudah di pahami,baik oleh orang awam sekalipun .
            Banyak sekali jenis compiler dari versi bahasa BASIC yang ada di pasaran , semisal :BASICA,GWBASIC,MBASIC,Turbo BASIC,Quick BASIC,Power Basic,dll akan tetapi pada dasarnya semuanya bermuara pada style pemrograman yang sama yaitu bahasa BASIC itu sendiri.
            Bahasa BASIC kemudian dikembangkan dengan pemrograman  yang lebih terstruktur , dengan tujuan agar sedapat mungkin dihindari penggunaan perintah GOTO yang menyebabkan program lebih sukar dipahami alurnya.Pada pemrograman terstruktur terdapat perintah penyeleksian kondisi dan berbagai macam alternative perintah perulangan . Bahasa BASIC yang sudah terstruktur ,semisal TURBO BASIC dan Quick Basic.
            Saat ini perkembangan bahasa BASIC sudah sedemikian pesatnya , sehinnga terdapat software BASIC yang dapat dijalankan pada WINDOWS dan pemrograman berorientasi objek.seperti VISUAL BASIC.

1. Pengenalan Visual Basic 6.0
Visual Basic adalah salah satu development tool untuk membangun aplikasi dalam lingkungan windows. Dalam pengembangan aplikasi, visual basic menggunakan pendekatan visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para developer.
Dalam lingkungan Window’s User –interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi yang dibuat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan user-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.
Pada pemograman visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan Bottom-Up .


Langkah awal dari belajar visual basic adalah mengenal IDE (Integrated Development Enviroment). Visual basic merupakan lingkungan pengembangan terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya. Dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat user interface, melakukan koding, melakukan testing dan debugging serta mengkompilasi program menjadi executable. Penguasaan yang baik akan IDE akan sangat membantu programmer dalam mengefektifkan tugas-tugasnya sehingga dapat bekerja dengan efisien. IDE visual basic 6.0 menggunakan model MDI (Multiple Document Interface)
Sebelum lebih jauh membahas tentang IDE Visual Basic, langkah awal untuk belajar Visual basic adalah membuka/mengaktifkan program Visual Basic itu sendiri, caranya : klik start, all program, Microsoft Visual Basic 6.0, lalu klik programnya. 
Berikut ini adalah bagian-bagian dan nama-nama jendela yang dapat tampil pada IDE visual basic :

 
1.
Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dan lain-lain
2.
Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat
3.
Form Designer, jendela ini merupakan tempat untuk merancang user interface dari aplikasi. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis
4.
Project Window, jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi. Juga dapat digunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Juga dapat menggunakan icon Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer
5.
Toolbox, jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat digunakan untuk mengembangkan user interface.


Data,Konstanta dan Karakter
1.Data Numerik (digunakan dalam proses aritmatika)
2.Data string (terdiri dari berbagai macam karakter)
3.Data logika(terdiri dari dua satuan ,yaitu benar(true) dan salah(false)
Data sifatnya tetap diistilahkan dengan konstanta.Ada dua type konstanta yaitu: 
    a.Konstanta string
    b.Konstanta numeric(misalnya bulat/integer)
            -Desimal           :terdiri atas angka 0-9
            -hexadesimal    :terdiri atas angka 0-F
            -Oktal              :terdiri atas angka 0-7
            -Biner               :terdiri atas angka 0-1

VARIABEL
            Varibel (pengubah)merupakan nama yang mewakili nilai data dimana nilai tersebut dapat berubah pada saat program di eksekusi.Dalam pemrograman bahasa Basic,di depan penulisan variable diberikan symbol untuk tiap jenis data yang di wakilinya
Di bahasa BASIC variable dibedakan atas variable numeric dan string.Variabel numeric mengandung nilai angka sedangkan string berisi nilai huruf.
 variable presisi tunggal merupakan default dari variable yang digunakan dalam bahas BASIC,variable ini dapat menampung bilangan real(pecahan) membutuhkan memory sebesar 4 byte dan ketepatan sampai dengan 7 digit.
Variable bertipe presisi double mempunyai ketepatan sampai dengan 15 digit dan diakhiri dengan tanda #  butuh memory sebesar 8 byte
Variabel integer dapat menampug bilangan bulat dari -32768 sampai 32767,bila terdapat pecahan maka akan dibulatkan ,pembulatan keatas bilangan lebih besar sama dengan 5.
Variable string menggunakan tanda $ butuh memory sebesar 3 byte
Turbo BASIC mempunyai perintah dan fungsi yang banyak sekali antara lain :
            -Perintah Input, di gunakan memasukkan data melalui perangkat luar seperti keyboard,mouse,file,dll.Diantaranya INPUT,LINE INPUT,READ-DATA dan RESTORE
      INPUT ; memasukkan data dari keyboard(baik numeric maupun string
      LINE INPUT;memasukkan nilai string ke varibel string(numeric tidak dapat masuk)
      READ-DATA;read membaca data yang didefenisikan oleh perintah data,jumlah           perintah read tidak boleh lebih banyak dari data,letak perintah read boleh di atas perintah data maupun di bawahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar